Karena Merayakan Kehidupan Tanpa Musik Itu Membosankan

Buku Madness Belong to All

Belum banyak buku tentang musik yang saya baca. Selain ya karena saya malas, tidak banyak teman yang memiliki buku tentang musik sehingga saya jadi kesulitan buat mencari pinjaman. Padahal saya pikir buku yang membicarakan musik itu penting terutama buat orang yang enggak terlalu ngerti kayak saya.

Buku Musik

Saya pernah membaca buku berjudul Nice Boys Don’t Write Rock N Roll karya Nuran Wibisono. Dari buku tersebut saya mendapatkan banyak referensi lagu-lagu bagus yang banyak di antaranya sekarang menjadi lagu-lagu favorit saya. Dari buku itu juga saya jadi makin bersemangat untuk tidak sekadar mendengarkan satu atau dua lagu dari sebuah band melainkan memutar seluruh isi album bahkan alum-alum lain yang dimiliki band tersebut.

Madness Belong to All

Maka ketika kembali berkesempatan untuk membaca buku tentang musik berjudul Madness Belong to All, saya tahu bahwa saya akan menyukai buku ini. Seperti sebelumnya ketika pertama kali membaca buku tentang musik, referensi saya pun bertambah luas sampai pada tahap yang bahkan tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Sungguh efek dari membaca buku yang sangat saya sukai.

Buku ini banyak sekali mengulas lagu-lagu dari era 60an, 70an dan juga 80an. Menariknya, pembagian dalam buku ini dibagi bukan berdasarkan tahun tetapi kawasan (Amerika, Eropa, dan Jepang). Banyak sekali nama band dan musisi yang baru pertama kali saya ketahui. Hmm kalau ini memang sayanya saja sih yang miskin referensi hehe. Saya sangat senang karena buku ini menyajikan daftar panjang musisi dengan karya-karya yang saya menyesal baru ketemu sekarang.

Baca Juga:
Review Buku Pemburu Aksara

Kalau kalian adalah golongan yang lebih akrab lagu-lagu 200an seperti MCR dan kawan-kawannya, membaca buku Madness Belong to All akan membawa kalian ke dalam dunia yang sama sekali berbeda. Kalian akan menemukan nama-nama band dan musisi yang mungkin tidak pernah kalian bayangkan bahwa mereka tuh ada loh.

Buat yang memang sudah akrab dengan lagu-lagu 60 atau 70an, membaca buku ini boleh jadi akan memperkaya referensi Anda. Saya yang kebetulan lagi suka dengerin lagu-lagunya The Doors dan David Bowie benar-benar senang dengan buku ini karena ya itu tadi, referensi makin kaya dan saya enggak perlu repot-repot buat nyari sendiri. Ya ngapain nyari lha wong sudah disuguhkan banyak banget daftar dari buku tersebut hehe.

Ya begitulah. Di tengah kehidupan yang sering kali membosankan dan terasa gitu-gitu aja, mendengarkan musik adalah salah satu cara untuk menghiasinya. Musik bisa bikin hidup lebih berwarna. Maka makin banyak referensi musik yang dipunyai, makin banyak pilihan pula mau menghias hidup ini dengan warna yang seperti apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *