Geger Budaya Ketika Alien Tiba

review film arrival 2016

Saya ingat saat masih kecil dulu ada film alien yang menceritakan tentang peperangan manusia melawan alien. Saat tumbuh besar pun saya masih menemukan film serupa. Dari waktu ke waktu, film tentang pertempuran antara manusia melawan alien tampaknya selalu laku.

Dulu, saat masih berkuliah, dosen saya sempat memberikan sebuah selentingan. Waktu itu kami sedang mendiskusikan bagaimana USA menggunakan Hollywood sebagai alat diplomasi. Pembicaraan berlangsung cukup seru terlebih saat masuk dalam diskusi tentang film bertemakan peperangan umat manusia melawan makhluk asing. Di situlah dosan saya melontarkan selentingannya. Beliau menyatakan betapa Amerika Serikat menampilkan diri sebagai negara yang saking super powernya dia tidak lagi sebanding dengan negara lain. Kalau harus berperang maka yang bisa menandingi kemampuannya adalah makhluk asing.

Sampai sekarang saya tidak tahu apakah saat itu sang dosen sedang serius ataukah tengah bercanda. Yang jelas, saya menganggukkan kepala.

Bagaimana Jika Alien Benar-benar Tiba?

Jika melihat dari film-film yang membicarakan tentang serangan alien, hal pertama yang akan dipikirkan umat manusia saat alien datang adalah cara untuk melawan. Entah melawan untuk kemudian berhasil mengusir atau melawan yang pada akhirnya kalah.

Awalnya saya juga berpikir begitu. Mungkin karena pengaruh film-film tentang alien yang saya tonton juga. Namun semua berubah saat saya menonton film besutan Denis Villeneuve berjudul Arrival yang dirilis pada tahun 2016. Sebuah film alien yang tidak menyorot peperangan antara umat manusia melawan makhluk luar angkasa.

Di film ini Anda tidak akan dihadapkan dengan senjata-senjata canggih yang dimiliki berbagai negara adidaya. Tidak, tidak ada pertempuran di sini. Di Arrival, Anda akan disuguhi sebuah premis yang menarik. Benar memang ada senjata yang ditodongkan ke pesawat si alien tetapi tidak terjadi adegan saling tembak di sana. Di film ini, alien datang dan kedatangan tersebut membuat umat manusia pusing karena tidak tahu bagaimana caranya untuk berkomunikasi.

Ya, benar. Selama ini kita disuguhi peperangan yang sangat menegangkan sampai lupa untuk berprasangka baik apakah mereka sebenarnya datang dengan tujuan baik atau memang untuk menginvasi.

Bahasa yang Menjadi Kendala

Film ini sungguh menarik karena di sini alien ditempatkan bukan sebagai musuh. Alien diposisikan sebagai entitas yang sedang berkunjung. Sebagaimana saat ada orang asing yang tanpa izin tiba-tiba hadir di belakang rumah, umat manusia awalnya menaruh curiga. Hal yang tidak bisa disalahkan. Saya juga akan melakukan hal yang sama kalau tiba-tiba ada orang yang parkir di halaman belakang rumah saya.

Gara-gara film ini saya jadi banyak melantur karena saya yakin kendala yang akan dialami jika alien benar-benar ada dan berkunjung di bumi bukan hanya bahasa. Tentunya akan ada kendala lain seperti makanan, cara bernafas, budaya, dan banyak lagi lainnya. Benar-benar seperti tarzan yang berkunjung ke kota. Bedanya, tarzan yang ini bentuk fisiknya sangat berbeda dengan kita, umat manusia.

Tentu saja film ini tidak sebatas membicarakan geger bahasa yang terjadi. Film bergenre fiksi ilmiah ini juga akan membuat Anda yang menonton merasa pusing. Tapi berhubung saya bukanlah orang yang suka membocorkan cerita, saya hanya fokus ke hal menarik yang saya temukan di sana dan kebetulan kali ini adalah dalam sisi geger budayanya, hehe.

Jadi, buat Anda yang suka alien tapi sudah malas menonton umat manusia berperang melawan alien, film ini bisa menjadi tontonan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *