Belajar Bikin Aksi dari Battle in Seattle

poster battle in seattle

Sepanjang menjalani kehidupan sebagai mahasiswa, tak terhitung berapa kali saya menyaksikan rekan-rekan saya turun aksi. Bukan karena saking banyaknya, tetapi sayanya memang malas mengingat-ingat saja. Tapi kalau diminta mengira-ira, saya pikir kalau 17 kali sepertinya lebih lah. Banyak gitu pokoknya. Ya begitulah, teman-teman saya memang rajin membuat aksi.

Dari banyaknya aksi mahasiswa yang saya lihat, kebanyakan ya gitu-gitu saja. Mereka berkumpul di satu titik yang dirasa menjadi pusat keramaian atau biasanya di depan gedung pemerintahan. Nanti setelahnya akan muncul orang-orang dengan mega phone di tangan mereka yang seringnya bermerk TOA. Selanjutnya mereka akan menyampaikan apa yang menurut mereka benar dan perlu untuk disampaikan. Krumunan massa yang kebanyakan memang satu kubu dengan sang orator akan mengangguk setuju dan bersama-sama memekikkan “hidup mahasiswa” sekencang-kencangnya sebelum akhirnya pulang. Bubar jalan.

Untuk golongan demonstran yang bentuk aksinya hanya itu-itu saja, saya sarankan untuk menonton film berjudul Battle in Seattle (2007). Film keren satu ini saya yakin akan menginspirasi para demonstran supaya lebih kreatif dalam menjalankan kegiatannya. Syukur-syukur apa yang diperjuangkan dapat tercapai nantinya seperti apa yang dicapai para demonstran dalam film tersebut.

Film yang disutradarai oleh Stuart Townsend ini menceritakan perjuangan para demonstran dalam mengagalkan pertemuan WTO. Iya benar WTO yang World Trade Organization itu. Bukan organisasi sembarangan dan saya yakin dibutuhkan keberanian yang luar biasa untuk menjalankan aksi melawan organisasi sebesar itu. Menghadapi lawan yang kuat menuntut strategi yang tak kalah kuat pula. Maka aksi demonstrasi yang digulirkan pun bukan sebatas membuat kerumuman atau membakar ban saja. Para demonstran yang beraksi dalam film Battle in Seattle menggunakan cara-cara yang cerdik demi mewujudkan tujuan mereka yaitu menggagalkan pertemuan WTO.

Tak hanya mendapatkan inspirasi dalam menyelenggarakan aksi, saya pikir film ini juga dapat memberikan gambaran singkat tentang dampak dari pasar bebas yang sangat menarik untuk didiskusikan bahkan lebih menarik daripada mendiskusikan kisah cinta yang terjadi antar demonstran dalam film tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *