Susahnya Menjadi Orang lain

review film birdman

Beberapa hari yang lalu saya memutuskan untuk menonton Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance). Sebuah film yang dirilis pertama kali pada tahun 2014. Tahun di mana saya masih berstatus mahasiswa baru.

Saya pertama kali mengetahui keberadaan film ini dari perbincangan seorang teman dengan teman yang lain. Bukan maksud saya untuk menguping karena mereka saat itu berbincang dengan suara yang bisa didengar dalam radius tertentu. Kebetulan, saya tengah berada dalam radius yang cukup dekat sehingga mampu menangkap apa yang mereka bicarakan dengan baik. Hari itu, mereka membicarakan pengaugerahan piala oscar yang mana Birdman berhasil menggondol empat piala. Sungguh sebuah prestasi yang tidak main-main tentunya.

Saat itu, saya tidak terlalu mengerti apa yang mereka diskusikan. Saya yang belum serajin sekarang dalam menonton film hanya mampu manggut-manggut. Okay, ada film berjudul Birdman yang mendapat piala oscar, lalu apa?

Barulah beberapa tahun kemudian tepatnya tahun 2021 saya memutuskan untuk menonton si pemenang empat piala oscar tersebut. Sungguh keputusan yang sangat tepat karena menonton Birdman benar-benar membuat saya puas. Saya sangat menyukai film ini dan akan merekomendasikannya kepada teman yang sedang tertarik menonton film tentang kehidupan seorang aktor di balik layar.


Birdman mengisahkan perjuangan Riggan Thomson (Michael Keaton), seorang aktor yang karirnya tengah meredup, dalam membuat sebuah pertunjukan Broadway. Sebuah perjuangan yang tentu saja tidak mudah. Ia harus berhadapan dengan keraguan orang-orang yang sudah lebih dulu berkecimpung di Broadway mulai dari aktor sampai dengan kritikus. Perjuangan menjadi makin runyam karena ternyata Riggan juga harus berhadapan dengan suara-suara yang datang dari dalam dirinya sendiri. Suara-suara yang ternyata datang dari tokoh Birdman yang pernah diperankannya. 

Di situ saya jadi menerka-nerka betapa sulitnya kehidupan seorang aktor. Okay mereka memang bergelimang harta dan popularitas tetapi tetap saja saya yakin setiap orang memiliki permasalahannya sendiri. Saya membayangkan bagaimana kehidupan seseorang menjadi berantakan karena ia pernah menjadi orang lain dalam waktu yang cukup lama. Riggan versi karakter Birdman bahkan harus bergelut dengan Riggan versi dunia nyata sampai-sampai di akhir film penonton disuguhi adegan yang membuat saya ternganga. Hmm, persoalan yang amat pelik tampaknya. 

Bagaimanapun dari Birdman saya banyak bertanya-tanya misalnya adalah perbedaan antara selebriti dengan artis dan teater dengan film. Sebuah film yang sangat sayang untuk dilewatkan jika kebetulan ada kesempatan untuk menontonnya. 

P.S: Emma Stone tampil memukau sekali dalam film ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *