Jackie Brown yang Manis dan Sangat Cerdik

review film jackie brown

Sejak beberapa bulan lalu, saya mulai keranjingan menonton film. Saya ingat saat mengawali kebiasaan ini, saya mulai dari menonton film dengan hanya fokus ke filmnya. Saya tidak terlalu ambil pusing siapa yang menjadi sutradara, diproduksi di mana, shooting di mana, kamera apa yang digunakan, siapa DoP-nya, dan detil-detil lain dari sebuah film.

Semua adalah proses. Lambat laun saya mulai mengamati benar siapa yang menjadi aktor utama, pemeran pendukung, siapa sutradaranya, dan banyak hal lain. Perlahan tapi pasti, kepala saya mulai diisi nama-nama yang sebelumnya hanya saya kenal wajahnya tanpa tahu siapa nama asli mereka. Dan dari sekian deret nama, ada beberapa nama insan perfilman yang menjadi favorit. Salah satunya adalah Quentin Tarantino.

Saya selalu suka dengan film yang disutradarai Quentin Tarantino. Inglorious Basterds, Pulp Fiction, Reservoir Dogs, Django Unchained, dan film-film karyanya yang lain. Dan pada akhir pekan ini, saya memutuskan untuk menyaksikan film Tarantino yang pertama dirilis pada tahun 1997, Jackie Brown.

Samuel L. Jackson Berambut Panjang

Are you kidding me? No, I’m not. Di sini Samuel yang memerankan tokoh Ordell Robbie benar-benar memiliki rambut panjang bergaya ekor kuda. Jika selama ini Anda lebih mengenalnya sebagai Nick Fury yang botak itu, bisa dipastikan Anda pun akan seterkejut saya ketika melihatnya berambut gondrong.

Dalam film ini, Samuel berperan sebagai seorang pedagang senjata yang berusaha untuk memindahkan tabungannya yang bernilai setengah juta dollar Amerika dari Meksiko ke Los Angeles, California. Saya tidak akan menceritakan lebih lanjut bagaimana film ini bergulir. Jadi, silakan Anda menontonnya sendiri 🙂

Saya benar-benar jatuh cinta dengan pakaian yang dikenakan Ordell Robbie. Ia sungguh memiliki selera fashion yang bagus. Topi baret bermerk Kangol seakan memang diciptakan untuk dipakai olehnya. Benar-benar gaya berpakaian yang oke punya. Salut kepada penata kostum film Jackie Brown.

Lagu-lagu yang Aduhai Memikat Telinga

Satu hal yang menarik dari Tarantino. Ia seolah selalu menemukan lagu yang tepat untuk setiap filmnya. Atau mungkin malah ia memilih lagu terlebih dahulu sebelum membuat film? Who knows. Jika Reservoir Dogs memperkenalkan saya dengan lagu Stuck In The Middle With you milik Stelers Wheel, Jackie Brown membuat saya berkenalan dengan The Delfonics yang ternyata memiliki lagu-lagu yang sayang sekali untuk dilewatkan.

Astaga, saya benar-benar dibuat jatuh cinta dengan film ini dan jika ditanya kenapa mungkin jawaban pertama yang terlintas pada benak saya adalah karena lagu-lagunya. Saya menikmati semua efek suara yang disuguhkan dalam film yang mendapat satu nominasi oskar untuk pemeran pendukung terbaik ini.

Misteri yang Menarik untuk Diikuti

Saya selalu berusaha untuk menonton film dari awal hingga akhir. Meninggalkan film sebelum benar-benar selesai dalah hal yang amat saya hindari. Meski tentu saja terkadang saya merasa bosan terutama jika tengah menonton film-film dengan tempo cerita yang lambat. Hal yang tentu saja tidak saya jumpai dalam Jackie Brown. Alur ceritanya berhasil membuat saya penasaran sampai akhir. Ada banyak intrik di dalamnya dan saya sangat menyukai itu. Sepanjang film saya selalu dihinggapi rasa penasaran, akan ke mana akhirnya uang-uang itu? Dan begitu film mencapai titik akhir di mana misteri akhirnya terpecahkan, rasanya sunguh melegakan.

Well, jika Anda sedang menjalani akhir pekan dan tidak tahu harus menonton apa padahal sedang sangat ingin melihat film yang penuh intrik, Jackie Brown adalah saran dari saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *