Film Menarik Berjudul Sound of Metal

ilustrasi drummer sound of metal

Musisi tidak dapat dilepaskan dari bunyi-bunyian atau suara. Lalu, apa jadinya jika si musisi kehilangan indra pendengarannya? Itulah yang terjadi pada Ruben, tokoh utama dari film Sound of Metal.

ilustrasi drummer sound of metal
Photo by Andrija Radojevic on Unsplash

Film ini mengingatkan saya pada sosok Ludwig van Beethoven, seorang komponis legendaris yang mulai kehilangan pendengaran pada usianya yang ke-31. Ruben pun mengalami kondisi yang tidak jauh berbeda. Mereka sama-sama kehilangan pendengaran saat usianya sudah dewasa, bukan sejak dilahirkan.

Sound of Metal Yang Mambawa Nostalgia

Film ini mengembalikan banyak memori yang sudah lama tidak saya gali. Dulu, saya pernah beberapa kali menjadi sukarelawan dalam kegiatan olahraga khusus untuk disabilitas. Di sanalah untuk pertama kalinya saya bersentuhan langsung dengan berbagai ketunaan mulai dari tuna netra, tuna grahita, dan ada juga tuna rungu (tuli). Dan menonton film ini membawa saya pada kenangan lama yang sangat manis untuk dikenang.

Diceritakan bahwa Ruben adalah seorang drummer band cadas. Uniknya, band yang digawanginya ini tidak seperti band cadas lain yang biasanya beranggotakan banyak orang. Band Ruben (BlackGammon) hanya beranggotakan dirinya dan juga pacarnya.

Sebagai anak band indie, Ruben cukup sibuk dengan jadwal manggung yang cukup padat. Namun semua tur yang sudah dijadwalkan sebelumnya terpaksa harus dibatalkan karena mendadak Ruben mulai kehilangan pendengarannya. Meski awalnya Ruben hendak memaksakan tur harus terus berlanjut, akhirnya ia luluh setelah Lou memaksanya untuk mencari pertolongan. Di sinilah cerita menjadi amat menarik.

Menjadi Tuna Rungu

Ruben akhirnya memutuskan untuk tinggal di suatu tempat yang memang didedikasikan untuk para tuna rungu. Di sanalah Ruben bertemu dengan banyak orang yang nantinya akan mengubah pandangan Ruben terkait apa yang dialaminya.

Saya banyak merenung selama menonton film ini. Saya membayangkan bagaimana jika keadaan yang dialami oleh Ruben menimpa saya? Apakah saya bisa menerimanya? Mampukah orang tua saya bisa menerimanya? Bagaimana jika saya akan kehilangan teman-teman saya? Atau bagaimana?

Terkait hal tersebut, ada satu dialog menarik yang tampaknya akan membekas cukup lama di benak saya. Dialog ini diucapkan oleh Joe yang saat itu tengah menasehati Ruben. Ia mengatakan bahwa ia kehilangan anak beserta istrinya. Namun satu hal yang ditekankan olehnya adalah dia tidak kehilangan mereka karena tuli. Istri dan anaknya meninggalkan Joe saat Joe tengah mengalami kecanduan alkohol. Ternyata, banyak penghuni rumah yang dulunya merupakan pecandu.

Hal ini membuat saya meyakini bahwa keluarga dan teman saya tidak akan meninggalkan saya karena penyakit ataupun sesuatu yang tidak dapat kami duga. Mereka baru akan pergi jika saya berkelakuan buruk dan merugikan. Hmm, saatnya menjadi anak baik.

Film Sound of Metal sungguh menarik untuk ditonton. Ada banyak pesan positif yang terkandung di dalamnya. Saya harap akan ada lebih banyak orang yang menonton film ini. Buat yang belum, selamat menonton. Terima kasih sudah mampir dan sampai jumpa di artikel review film selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *