Review Film The Big Lebowski (1998)

review film the big lebowski

Jika Anda sedang tertarik untuk menonton sebuah film yang tidak jelas membahas apa tapi kisahnya menarik untuk diikuti, The Big Lebowski adalah pilihan yang tepat. Sebuah film yang disutradarai oleh Joel Coen dan rilis pada tahun 1998.

Film ini menceritakan petualangan seorang pria bernama Jeffry Lebowski yang biasa disapa The Dude oleh orang-orang di sekitarnya. Sebuah petualangan yang mungkin tidak seseru petualangan Indiana Jones, tentu saja, tetapi tetap tidak kalah menarik untuk diikuti. Ya, setidaknya untuk saya, hehe.

Mr. Pink dalam The Big Lebowski

Jika Anda adalah seorang penggemar karya Quentin Tarantino, Anda mungkin akan sangat familiar dengan salah satu tokoh dalam film ini. Dalam film, tokoh ini bernama Donny. Donny adalah orang yang mungkin terlihat menyebalkan. Namun, jika Anda perhatikan lebih detail, tanpa kehadiran Donny, film ini akan terasa agak kering.

Donny diperankan dengan sangat apik oleh Steve Buscemi. Orang inilah yang berperan menjadi Mr. Pink dalam film debut Tarantino berjudul Reservoir Dogs. Sebuah film yang sangat sayang apabila tidak ditonton terutama jika Anda mengaku sebagai pencinta film.

Steve Buscemi mungkin memang bukanlah pemeran utama dalam film The Big Lebowski, tetapi kehadirannya memegang peranan yang tidak boleh dianggap remeh. Jika boleh memilih dialog terpenting dalam film ini, saya akan memilih dialog Donny ketika menyebut nama sebuah restoran burger dan tentu saja ketika mengatakan, “I am The Walrus.”

Los Angeles Bukan Hanya Hollywood

Hollywood memang terletak di Los Ageles, sebuah negara bagian yang sangat populer. Beberapa orang mungkin mengira bahwa Hollywood adalah negara bagian sendiri tetapi sebenarnya bukan. Dan karena Hollywood ‘hanyalah’ bagian dari Los Angeles, maka berarti Los Angeles bukan hanya tentang Hollywood. Ada banyak sekali sisi kehidupan luar Hollywood yang menarik untuk dilihat.

Siapa sangka, di luar ingar-bingar kebintangan Hollywood, ada banyak sekali orang yang hidup berkekurangan di sekelilingnya. Film The Big Lebowski mungkin tidak menceritakan hal tersebut tetapi setting tempat yang dipilih memuat penonton mau tidak mau harus melihat kehidupan Los Angeles di luar Hollywood. Sungguh, tampaknya akan menarik sekali jika kelak saya berkesempatan untuk mengunjunginya.

Well, setelah menonton film ini mungkin Anda akan bertanya-tanya apa yang barusan Anda tonton. Mungkin Anda akan menyesal karena telah meluangkan waktu hampir dua jam untuk menyaksikan banyak perdebatan tidak perlu. Tapi, ayolah, bukankah itu juga yang sering kita lakukan dalam kehidupan nyata?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *