Betapa Horornya Film Berjudul The Father

review film the father

Ada dua alasan utama mengapa saya memutuskan untuk menonton film The Father. Alasan pertamanya adalah karena aktor utamanya yang mana merupakan salah satu idola saya. Sedangkan untuk alasan keduanya adalah karena film ini berhasil menyabet dua penghargaan Oscar dari enam nominasi yang diperolehnya.

Oscar pertama adalah untuk naskah adaptasi terbaik. Dan untuk yang kedua adalah untuk pemeran pria utama terbaik. Sungguh bukan penghargaan main-main. Penghargaan naskah terbaik? Oh serius saja. Memangnya sebagus apa sih cerita film ini? Keraguan sempat muncul pada benak saya sebelum akhirnya benar-benar sirna setelah menyaksikannya sendiri. Film ini adalah definisi horor yang sesungguhnya.

Akan Jadi Seperti Apa Kita Ketika Tua Nanti?

Dalam KBBI, kata horor memiliki arti sesuatu yang menimbulkan perasaan ngeri atau takut yang amat sangat. Jika merujuk pada definisi tersebut, saya berani menjamin bahwa film The Father pantas untuk dimasukkan ke dalam kategori horor. Butuh keberanian ekstra untuk dapat menontonnya terutama jika Anda masih berusia muda.

Kenapa demikian? Masa depan adalah misteri yang selalu berhasil menghantui kita baik di siang mau pun malam hari. Kita tidak bisa tahu akan menjadi seperti apa kita nanti. Apakah kita akan memiliki usia panjang? Jika kita memiliki usia panjang, seperti apakah kondisi kita di usia senja? Apakah sehat bugar dan masih bisa berjalan-jalan tanpa tongkat penyangga? Apakah kita akan kehilangan banyak teman karena kebanyakan sudah ‘pulang’ duluan? Atau kita akan mengalami kondisi gangguan pikiran? Delusional? Alzheimer? Atau malah pikun sama sekali?

The Father memperlihatkan kehidupan dari seorang pria sepuh yang sudah sangat turun kemampuan mengingatnya. Tak sekadar itu saja, ia bahkan sangat sering mendapati ingatannya menjadi campur aduk dari berbagai kejadian yang sebenarnya terjadi di waktu berbeda menjadi satu kejadian. Florian Zeller berhasil dengan gilang gemilang dalam menampilkan kondisi gangguan daya ingat tersebut. Sepanjang film, Anda mungkin akan bertanya-tanya, sebenarnya kejadian manakah yang sedang terjadi di waktu sekarang. Hal yang sebenarnya adalah gambaran dari apa yang dilihat Anthony melalui penglihatannya.

Beruntung bagi Anthony (tokoh utama film ini), ia memiliki seorang putri yang sangat penyabar. Anne (Olivia Colman) dengan sabar terus menemani ayahnya meski pada akhirnya kesabarannya pun habis dan ia mengirimkan sang ayah ke panti jompo. Hal yang sebenarnya membuat saya bergidik ngeri membayangkan saya saat tua nanti. Sungguh, Anda harus menonton dan rasakan kengeriannya sendiri.

Anthony Hopkins The Father yang Menginspirasi

Saya tidak bisa membayangkan jika Anthony diperankan oleh aktor lain. Anthony Hopkins yang saat ini sudah berusia lebih dari 80 tahun benar-benar terlihat seperti menjadi dirinya sendiri. Okay, dia tidak pikun sebagaimana perannya di film tetapi tetap saja, saya benar-benar dibuatnya merasa bahwa itu adalah dirinya yang asli. Saya pernah memiliki kakek yang mengalami hal seperti itu dan saya rasa Anthony sungguh berhasil memerankan tugasnya dengan sangat baik. Ah, betapa saya merindukan kakek saya.

Saya pernah menonton Anthony Hopkins di film The Two Popes dan saat itu saya bergumam “Seharusnya film ini menjadi penutup karirnya.” Saya tidak dapat membayangkan orang setuanya tetap bermain film. Maksud saya, tidak banyak orang di sekeliling saya yang seusia beliau ini masih seaktif itu.

Gumaman yang secara pasti tidak terwujud karena setelahnya saya masih menemukannya bermain peran di The Father dan dari sebuah sumber saya mendapati kabar bahwa beliau tengah menyelesaikan filmnya yang lain. Saya benar-benar terinspirasi dan berharap dapat terus produktif sepertinya sampai akhir hayat saya kelak. Beliau adalah teladan yang baik.

Well, jika Anda pernah memiliki kakek yang kini telah pergi dan tidak mungkin untuk kembali, menonton The Father adalah sebuah hal yang akan cukup menyiksa rasa rindu Anda. Jika Anda memiliki orang tua yang beranjak sepuh, mungkin Anda akan lebih fokus ke sosok Anne. Dan, ya, sebuah film yang sangat sayang untuk dilewatkan.

One thought on “Betapa Horornya Film Berjudul The Father

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *